Tahun 2010 ini, perkembangan internet Indonesia dan penggunanya sudah mencapai perkembangan yg dahsyat. Bukan hanya untuk level Indonesia, tapi untuk level Asia dan Dunia.
Akhir tahun 2008 ketika saya baru belajar Internet Marketing 1 tahun, prediksi pengguna internet di Indonesia sempat Saya tulis di Newsletter Bisnisdavit.com
Waktu itu pengguna internet di Indonesia baru mencapai 20 jutaan. Saya prediksi pengguna internet Indonesia akan meningkat 2-3 kali lipat dalam 2-3 tahun mendatang. Sekarang, awal oktober 2010 data terakhir menunjukkan pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 46 juta orang. Suatu sumber di Indonesia memprediksi pada tahun 2014 mendatang pengguna internet di Indonesia akan mencapai 150 juta orang.
Kalau dulu saya membandingkan penjualan handphone sudah seperti kacang goreng yg ditandai dg 1 orang bisa punya lebih 1 handphone, maka pengguna internet juga bakal seperti membeli kacang goreng ; internet bisa diakses dimana-mana (Data Menkominfo ; Handphone penduduk di Jakarta saja sudah sekitar 1,8 dibanding penduduk-nya, artinya setiap penduduk Jakarta hampir memiliki 2 Handphone).
Perkembangan yg lebih dahsyat adalah dari pengguna jejaring sosial di dunia maya. Sekitar 6 bulan lalu pengguna Facebook di Indonesia baru mencapai 10 juta orang lebih. Sekarang pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai 27 juta orang, peringkat 2 dunia setelah negara Amrik (AS). Sementara pengguna jejaring sosial Twitter di Indonesia sudah mencapai 2,4 juta orang, tertinggi untuk wilayah Asia.
Data-data di atas memperlihatkan betapa perkembangan informasi dan komunikasi sesama manusia sekarang sudah ’seperti tanpa batas’. Efeknya bisa berdampak positif dan berdampak negatif bagi orang Indonesia, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.
Jika kita kaji dampak positifnya, maka akan sangat bermanfaat dalam berbagai bidang, baik bidang bisnis, ekonomi, kecepatan akses informasi, perubahan kebijakan promosi perusahaan, pencarian lowongan kerja, pendaftaran mahasiswa baru, pembayaran berbagai keperluan perbankan, pembayaran tagihan listrik, PDAM, Gas, pembelian pulsa, jasa konsultasi dokter, pembelian tiket pesawat, jasa arsitek dan bangunan, dan masih sangat banyak lagi jika dirinci.
Jika pemanfaatan bidang bisnis lebih diaplikasikan di dunia internet, maka akan terasa sekali perubahan yg kita alami, baik dari sisi pembukaan lapangan kerja, maupun dari segi profit perusahaan yg bisa menekan biaya pengeluaran.
Mengutip wawancara Mengkominfo di TVRI tanggal 15 Oktober 2010, tantangan Industri ICT (Information and Communication Technology) ke depan bukan lagi di aspek teknis, tapi di aspek ‘konten’.
Kalau teknologi informasi dan komunikasi itu (misal : internet) bisa dipelajari karena awalnya ilmu tsb berasal dari luar negeri. Namun yg menjadi tantangan ke depan adalah bagaimana menciptakan ‘industri otak’ yg mencerdaskan dan menginspirasi banyak orang.
Di dunia pertelevisian kita sudah tahu ada serial TV Upin Ipin, Wild Animal, National Geographic, The Apprentice, Oprah Show, dll. Lalu di dunia internet kita sudah mengenal Fb, Twitter, Google, Amazone, ClickBank, Ebay, serta di Indonesia ada detik.com, Kompas.com, Kaskus, AsianBrain, dan masih banyak lagi. Kemunculan industri otak ini sangat potensial mendatangkan income, membuka lapangan kerja, dan memudahkan hubungan komunikasi sesama manusia.
Untuk industri otak ini permasalahannya bukan sekedar pintar atau tidaknya orang, melainkan pada ‘keberanian’ melakukan tindakan memulai. Lalu setelah itu keberanian menghadapi masalah bisnis yg timbul. Lulusan perguruan tinggi yg pintar-pintar sudah sangat banyak, bahkan ada banyak orang Indonesia yg sudah ‘mengabdi’ bertahun-tahun pada perusahaan asing di luar negeri. Mereka berdalih akan pulang ke Indonesia jika fasilitas di Indonesia sudah mendukung penyaluran ilmu yg mereka miliki. Lebih simpelnya, mereka siap bekerja di Indonesia jika Industri di Indonesia sudah bisa memanfaatkan kemampuan mereka, yg ujung-ujungnya berpikir konvensional menjadi ‘orang gajian’.
Kenapa tidak banyak orang pintar Indonesia yg berpikir membuka lapangan kerja di Indonesia dengan kepintaran mereka? Yang banyak adalah orang-orang biasa yg berjuang untuk berbisnis (membuka lapangan kerja) meski lewat proses jatuh bangun.
Jika Anda merasa biasa saja atau ‘bodoh’ dalam satu hal (gaptek), maka berbahagialah karena itu bisa jadi sumber keahlian Anda untuk fokus berbisnis. Orang pintar terlalu banyak berfikir sebelum memutuskan berbisnis, sedangkan orang ‘bodoh’ sedikit berfikir dan lebih banyak bertindak. Orang pintar terlalu banyak menganalisa sehingga takut memulai karena sudah terbayang resiko yg bakal dialami karena hasil ‘analisanya’. Orang ‘bodoh’ tidak pintar menganalisa karena cepat memulai, namun analisanya dilakukan sambil menjalankan bisnis.
Anekdot di atas Saya terjemahbebaskan dari Pemikiran Bob Sadino, Pengusaha Pertanian Sukses di Indonesia. Bukunya bisa Anda cari di Toko Buku Gramedia dengan judul ‘Bisnis Goblok ala Bob Sadino’ dan sebagian tulisannya bisa Anda lihat di website Kampung Wirausaha.
So, bagi Anda yg punya keterbatasan teknis dalam berbisnis online, tidak ada halangan untuk segera memulai dan belajar. Ini adalah ‘industri otak’ dan setiap orang bisa menjalankannya karena setiap kita punya otak untuk berfikir. Galilah potensi diri yg tidak dimiliki oleh orang lain, niscaya Anda akan sukses besar kemudian.
Sumber : http://davitputra.net/2010/10/dahsyatnya-perkembangan-internet-di-indonesia/
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Mei 2011
Dahsyatnya Perkembangan Internet di Indonesia
Perkembangan Internet dan Dampaknya!
Internet memang masih merupakan fenomena yang khas masyarakat class menengah di perkotaan. Sampai tingkat tertentu ia masih belum memungkinkan untuk men- jadi medium populer seperti radio atau televisi. Tapi ini tidak berarti bahwa perkembangan internet sendiri akan berhenti sampai di situ. Dalam sejarah manusia, tidak pernah ada perubahan yang bisa berlangsung total sekaligus. Setiap perubahan pasti hanya dimulai oleh sekelompok kecil orang. Seperti pemakaian komputer yang sekarang makin tinggi jumlahnya, cepat atau lambat Internet akan mulai bisa menjangkau kalangan yang lebih luas. Beberapa faktor yang selama ini masih sering menjadi kendala bagi penyebar- luasan Internet dalam masyarakat kita seperti tingkat pengetahuan tentang komputer, tingginya biaya tarif telepon, hambatan sematik, dll.
Semua itu lambat laun akan bisa diatasi dengan pelbagai penemuan baru. Beberapa kalangan bahkan memprediksikan bahwa untuk jangka waktu 20 sampai 30 tahun yang akan datang, seperti halnya televisi saat ini, Internet akan menjadi perlengkapan standar dalam setiap rumah penduduk seluruh dunia. Tidaklah terlalu berlebihan kalau beberapa kalangan menilai Internet sebagai semacam nasib sosiologis peradaban manusia di masa depan yang tidak bisa ditolak. Saat ini Internet membawa kita dari suatu era sistem komputasi terdistribusi yang sangat luas menuju ke suatu sistem komputasi ubiguitas yaitu suatu usaha yang telah tersebar ke mana-mana.
Di masa yang akan datang teknologi komputer akan diitegrasikan dengan berbagai peralatan yang telah ada di sekitar kita, seperti lampu, kursi, mobil dan lain sebagainya. Tidak hanya sampai di situ saja, perlatan tersebut nantinya juga akan terhubung dalam jaringan Internet. Sehingga bukan mustahil di masa yang akan datang dalam perjalanan kita ke kantor, kita dapat melalui komputer yang terdapat dalam mobil dan memrogram microwave di rumah untuk memanaskan makan malam.
Saat ini di Amerika Serikat kecenderungan tersebut sudah mulai nampak. Telepon genggam, Personal Digital Assistant (PDA), Java Ring adalah beberapa contoh peralatan pribadi yang telah dilengkapi dengan kemampuan untuk terhubung dengan Internet. Dengan demikian kita dapat melihat nilai saham kita di Wall Street, membaca berita terbaru dari Reuters atau mencek e-mail kita setiap saat di manapun berada.
Peralatan ini sering disebut sebagai thin clients, yaitu suatu peranti pengakses Internet yang bentuknya kecil dan ringan. Perkembangan teknologi Internet telah membawa banyak perubahan dalam pola berpikir dan cara melakukan sesuatu. Tetapi teknologi ini masih akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi komputer dan komunikasi. Seiring dengan perkembangan tersebut Internet akan membawa manusia memasuki peradaban dan kebudayaan yang lebih baru. Dampak teknologi Internet ini mempengaruhi serta mengubah konsep-konsep dalam hubungan sosial, politik, perekonomian dan bisnis serta pendidikan.
Perkembangan Internet di Indonesia pada Tahun 2010
comScore telah merilis laporan lengkap mereka tentang keadaan Internet pada tahun 2010 di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Di laporan tersebut terdapat poin-poin yang menarik tentang perkembangan Intenet di Indonesia, berikut adalah poin-poin tersebut:
Sumber : http://www.teknojurnal.com/2011/03/11/perkembangan-internet-di-indonesia-pada-tahun-2010/
- Indonesia mengalami peningkatan pengguna Internet sebesar 32 % pada tahun 2010, paling tinggi perkembangannya di antara negara Asia Tenggara lainnya
- Total pengguna Internet di Indonesia pada Desember 2010 adalah sebanyak 8,6 juta pengguna
- Pengguna Internet di Indonesia kebanyakan adalah pengguna berumur 15-25 tahun (40% total pengguna Internet Indonesia)
- Lama penggunaan Internet per pengguna di Indonesia adalah 14,8 jam, paling rendah di antara negara Asia Tenggara lainnya
- Pengguna Internet laki-laki lebih lama online di Internet daripada perempuan di Indonesia (dengan perempuan menguasai 36% pasar Internet Indonesia)
- Penetrasi jejaring sosial (terutama FaceBook) di Indonesia mencapai 90%
- Indonesia adalah negara ke-8 tertinggi untuk penetrasi FaceBook di dunia
- 21% pengguna Internet di Indonesia mengakses website Twitter pada Januari 2011, menempati urutan ke-4 di dunia untuk penggunaan Twitter
- Pengakses website yang menyajikan fitur sharing foto (terutama FaceBook) mencapai 90% di Indonesia
- Penetrasi situs travel di Indonesia sebesar 22% di tahun 2010 (meningkat 42% dibanding tahun 2009)
- Penetrasi situs ritel di Indonesia sebesar 50% di tahun 2010 (meningkat 20% dibanding tahun 2009)
- Pengguna online banking di Indonesia meningkat 72% pada tahun 2010 (mencapai 749 ribu pengguna unik)
- Online banking yang paling banyak diakses di Indonesia adalah: bankmandiri.co.id, bni.co.id, dan citigroup
- Penetrasi situs multimedia di Indonesia mencapai 55%, menurun 1% dibanding tahun 2009
- Penetrasi situs blog di Indonesia mencapai 68% pada tahun 2010, meningkat 8% dibanding tahun 2009 dan merupakan penetrasi paling besar di antar negara Asia Tenggara lainnya
- Pangsa pasa Google search di Indonesia mencapai 85% dan rata-rata search per pengguna di Indonesia mencapai 91,4
Sumber : http://www.teknojurnal.com/2011/03/11/perkembangan-internet-di-indonesia-pada-tahun-2010/
"Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia"
Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.
Konsep B to B (Busines to Business), B to C (Business to Customer), telah banyak diterapkan oleh sebagian besar perusahaan di dunia. Bahkan terakhir akan merambah ke sektor Government, dengan konsep G to G (Government to Government), G to C (Governement to Customer), serta G to B (Government to Business). Tingkat pertumbuhan pengguna internet juga menunjukan angka yang sangat fantastik, bahkan internet telah menjadi bagian kebutuhan dalam sebuah rumah tangga. Fenomena ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat, badan usaha maupun pemerintah.
Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia dan frekuensi pemakainyapun belum terlalu banyak. Namun perkembangan internet di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang signifikan.
Tabel Peningkatan Jumlah
Pelanggan dan Pengguna Internet
Sumber: APJII Namun dibandung dengan negara-negara asia yang lebih maju, seperti Singapura, Taiwan dan hongkong, Indonesia masih ketinggalan jauh. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet yang baru berkisar 1.680.000 pelanggan sampai dengan tahun 2001 (APJII) atau tidak lebih 5 persen dari total jumlah rumah tangga di perkotaan. Dibandingkan dengan negara-negara Asia yang tersebut di atas, yang lebih matang pasar internetnya seperti Singapore yang telah memiliki pelanggan sebanyak 47,4 persen dari jumlah rumah tangga maka kondisi pasar internet di Indonesia masih ketinggalan jauh. Sedangkan sebagai pembanding yang lainnya adalah di Taiwan dan Hongkong yang masing-masing 40 persen dan 26,7 persen dari jumlah rumah tangga (Newsbyte, 2001). Contoh lainnya adalah di China yang berpenduduk lebih dari satu milyar telah memiliki tidak kurang dari 24 juta pemakai internet dengan tingkat penetrasi mencapai 7 persen terhadap penduduk di atas usia 5 tahun (Iamasia, 2001). Ditinjau dari gambaran statistik di atas maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia masih baru taraf pengenalan atau masih merupakan pasar yang baru muncul (mulai).
Walaupun Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet, namun peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan, namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran. Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun 2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan.
Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001 ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya (berita detik).
Namun disamping kondisi yang postitif di atas, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, terjadi fenomena menarik, karena sebuah jaringn ISP terluas yaitu WasantaraNet telah menutup sebagian kantor cabangnya. Kemudian berikutnya, disusul ISP yang memiliki jaringan luas juga, yaitu MegaNet mengumumkan bahwa perusahaannya telah menutup semua kantor operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat.
Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, dianataranya, karena alasan cost perasionalnya yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi oleh pendapatanya. Namun pada perkembangan terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNet Instantnya.
Dari semua kondisi di atas, yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakta), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi.
Sumber : http://www.goechi.com/newsletter.html
Konsep B to B (Busines to Business), B to C (Business to Customer), telah banyak diterapkan oleh sebagian besar perusahaan di dunia. Bahkan terakhir akan merambah ke sektor Government, dengan konsep G to G (Government to Government), G to C (Governement to Customer), serta G to B (Government to Business). Tingkat pertumbuhan pengguna internet juga menunjukan angka yang sangat fantastik, bahkan internet telah menjadi bagian kebutuhan dalam sebuah rumah tangga. Fenomena ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat, badan usaha maupun pemerintah.
Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia dan frekuensi pemakainyapun belum terlalu banyak. Namun perkembangan internet di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang signifikan.
Pelanggan dan Pengguna Internet
| TAHUN | PELANGGAN | PENGGUNA |
| 1996 | 31000 | 110000 |
| 1997 | 75000 | 384000 |
| 1998 | 134000 | 512000 |
| 1999 | 256000 | 1000000 |
| 2000 | 760000 | 1900000 |
| 2001 | 1680000 | 4200000 |
Walaupun Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet, namun peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan, namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran. Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun 2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan.
Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001 ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya (berita detik).
Namun disamping kondisi yang postitif di atas, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, terjadi fenomena menarik, karena sebuah jaringn ISP terluas yaitu WasantaraNet telah menutup sebagian kantor cabangnya. Kemudian berikutnya, disusul ISP yang memiliki jaringan luas juga, yaitu MegaNet mengumumkan bahwa perusahaannya telah menutup semua kantor operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat.
Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, dianataranya, karena alasan cost perasionalnya yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi oleh pendapatanya. Namun pada perkembangan terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNet Instantnya.
Dari semua kondisi di atas, yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakta), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi.
Sumber : http://www.goechi.com/newsletter.html
Pengaruh Perkembangan Internet
Perkembangan Internet memberikan pengaruh…
Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini.
Perkembangan Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu
- Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.
- Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
- Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.
- Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna. Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Dan pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on line untuk mencapai
Sumber : tskau0.tripod.com
http://www.sejarah-internet.com/pengaruh-perkembangan-internet/
SEJARAH PERKEMBANGAN MAJALAH DI INDONESIA
Sejarah keberadaan majalah sebagai media massa di Indonesia dimulai pada massa menjelang dan awal kemerdekaan Indonesia. Di Jakarta pada tahun 1945 terbit majalah bulanan dengan nama Pantja Raja pimpinan Markoem Djojohadisoeparto dengan prakarsa dari Ki Hadjar Dewantoro, sedang di Ternate pada bulan oktober 1945 Arnold Monoutu dan dr. Hassan Missouri menerbitkan majalah mingguan Menara Merdeka yang memuat berita-berita yang disiarkan radio republic Indonesia. Di kediri terbit majalah berbahasa Jawa Djojobojo, pimpinan Tadjib Ermadi. Para anggota Ikatan Pelajar Indonesia di Blitar menerbitkan majalah berbahasa jawa, Obor (Suluh).
- Awal Kemerdekaan
Soemanang, SH yang menerbitkan majalah Revue Indonesia, dalam salah satu edisinya pernah mengemukakan gagasan perlunya koordinasi penerbitan surat kabar, yang jumlahnya sudah mencapai ratusan. Semuanya terbit dengan satu tujuan, yakni menghancurkan sisa-sisa kekuasaan belanda, mengobarkan semangat perlawanan rakayat terhadap bahaya penjajahan, menempa persatuan nasional untuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat.
- Zaman orde lama
Pada masa ini, perkembangan majalah tidak begitu baik, kaena relatif sedikit majalah yang terbit. Sejarah mencatat majalah Star Weekly, serta majalah mingguan yang terbit di Bogor bernama Gledek, namun hanya berumur beberapa bulan saja.
- Zaman orde baru
Awal orde baru, banyak majalah yang terbit dan cukup beragam jenisnya, diantaranya di Jakarta terbit majalah Selecta pimpinan Sjamsudin Lubis, majalah sastra Horison pimpinan Mochtar Lubis, Panji Masyarakat dan majalah Kiblat. Hal ini terjadi sejalan dengan kondisi perekonomian bangsa Indonesia yang makin baik, serta tingkat pendidikan masyarakat yang makin maju.
Kategorisasi majalah yang terbit pada masa orde baru, yakni :
1) Majalah berita : Tempo, Gatra, Sinar, Tiras
2) Majalah keluarga : Ayahbunda, Famili
3) Majalah wanita : Femina, Kartini, Sarinah
4) Majalah pria : Matra
5) Majalah remaja wanita : Gadis, Kawanku
6) Majalah remaja pria : Hai
7) Majalah anak-anak : Bobo, Ganesha, Aku Anak Saleh
8)Majalah ilmiah popular : Prisma
9) Majalah umum : Intisari, Warnasari
10) Majalah hukum : Forum Keadilan
11) Majalah pertanian : Trubus
12) Majalah humor : Humor
13) Majalah olahraga : Sportif, Raket
14) Majalah berbahasa daerah : Mangle (Sunda, Bandung), Djaka Lodang (Jawa, Yogyakarta) Sumber :
http://dwiinirvanab0849494.blogspot.com/2010/01/sejarah-perkembangan-majalah.html
70 Persen Manajemen Media Cetak di Indonesia Tidak Sehat
Palu (ANTARA News) - Sekitar 70 persen dari 829 media cetak di seluruh Indonesia saat ini memiliki manajemen yang tidak sehat karena mengalami masalah keuangan.
"Masalah keuangan sangat mempengaruhi manajemen suatu media terutama dalam mendukung kelancaran operasional media tersebut," kata Anggota Dewan Pers, Abdullah Alamudi, dalam diskusi tentang "Menegakkan Profesionalisme Wartawan" di Palu, Selasa.
Dalam acara yang dihadiri sekitar 50 wartawan tersebut, Alamudi mengatakan kondisi tersebut menyebabkan wartawan di perusahaan yang tidak sehat itu berkreasi sendiri agar bisa bertahan hidup sebagai jurnalis.
Namun, menurut pria yang juga mengajar di Lembaga Pers Dr Sutomo Jakarta itu, kreasi tersebut terkadang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, seperti memeras pejabat melalui pemberitaan.
"Hal tersebut tentu saja mencoreng nama baik korps wartawan. Padahal, tidak semua wartawan berperilaku demikian," ujarnya.
Meski demikian, dia tidak begitu saja menyalahkan wartawan yang berperilaku negatif tersebut.
"Keadaan lah yang memaksa mereka, jika gaji mereka cukup untuk hidup sebulan pasti mereka tidak akan memeras pejabat dan melakukan tindakan tercela lainnya," katanya.(*)
Sumber : http://www.antaranews.com/view/?i=1181722755&c=NAS&s=
"Masalah keuangan sangat mempengaruhi manajemen suatu media terutama dalam mendukung kelancaran operasional media tersebut," kata Anggota Dewan Pers, Abdullah Alamudi, dalam diskusi tentang "Menegakkan Profesionalisme Wartawan" di Palu, Selasa.
Dalam acara yang dihadiri sekitar 50 wartawan tersebut, Alamudi mengatakan kondisi tersebut menyebabkan wartawan di perusahaan yang tidak sehat itu berkreasi sendiri agar bisa bertahan hidup sebagai jurnalis.
Namun, menurut pria yang juga mengajar di Lembaga Pers Dr Sutomo Jakarta itu, kreasi tersebut terkadang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, seperti memeras pejabat melalui pemberitaan.
"Hal tersebut tentu saja mencoreng nama baik korps wartawan. Padahal, tidak semua wartawan berperilaku demikian," ujarnya.
Meski demikian, dia tidak begitu saja menyalahkan wartawan yang berperilaku negatif tersebut.
"Keadaan lah yang memaksa mereka, jika gaji mereka cukup untuk hidup sebulan pasti mereka tidak akan memeras pejabat dan melakukan tindakan tercela lainnya," katanya.(*)
Sumber : http://www.antaranews.com/view/?i=1181722755&c=NAS&s=
Perkembangan Media Cetak Semakin Berat
PALEMBANG-vivaborneo.com, Ketua PWI Pusat Margiono mengatakan perkembangan pers ke depan akan semakin berat seiring dengan kemajuan teknologi. Tantangan itu dihadapi media cetak yang kemungkinan akan kalah dengan bentuk media elektronik dan online. Hal tersebut diungkapkannya pada acara Konfrensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Hotel Jayakarta Palembang (13/8).Margiono berharap, dalam Konkernas ini bisa menghasilkan keputusan dalam peningkatan sumber daya manusia serta sosialisasi kode etik sebagai pedoman kerja profesi wartawan. Margiono berharap nantinya tidak ada tindakan hukum bagi karya-karya jurnalistik. Karya-karya jurnalistik dijelaskan Margiono merupakan tulisan wartawan yang mentaati kaidah-kaidah kode etik jurnalistik.
“Karya jurnalistik bukan berita bohong, fitnah,” kata Margiono.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyambut baik dan mendukung adanya pembatasan karya jurnalistik mana bukan karya jurnalistik sehingga dapat menjadi rambu bagi pers untuk berkeja profesional. Alex Nurdin juga mengatatakan, Pemprov Sumsel sangat mendukung dan menjunjung profesional pers. Perhatian pemerintah dalam hal diwujudkan dengan menganggarkan dana Rp 1 miliar untuk membangun gedung PWI Sumsel yang selama ini statusnya menyewa.
Konkernas PWI ini dihadiri oleh perwakilan PWI cabang seluruh Indonesia serta para tokoh senior PWI. Selain acara Konkernas dilangsungkan juga Rapar Kerja SIWO PWI yang membahas kesiapan Sumsel menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) pada Pebruari 2010 mendatang. (vb/02).
Sumber : http://www.vivaborneo.com/perkembangan-media-cetak-semakin-berat.htm
“Karya jurnalistik bukan berita bohong, fitnah,” kata Margiono.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyambut baik dan mendukung adanya pembatasan karya jurnalistik mana bukan karya jurnalistik sehingga dapat menjadi rambu bagi pers untuk berkeja profesional. Alex Nurdin juga mengatatakan, Pemprov Sumsel sangat mendukung dan menjunjung profesional pers. Perhatian pemerintah dalam hal diwujudkan dengan menganggarkan dana Rp 1 miliar untuk membangun gedung PWI Sumsel yang selama ini statusnya menyewa.
Konkernas PWI ini dihadiri oleh perwakilan PWI cabang seluruh Indonesia serta para tokoh senior PWI. Selain acara Konkernas dilangsungkan juga Rapar Kerja SIWO PWI yang membahas kesiapan Sumsel menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) pada Pebruari 2010 mendatang. (vb/02).
Sumber : http://www.vivaborneo.com/perkembangan-media-cetak-semakin-berat.htm
Langganan:
Postingan (Atom)